Laman

Selasa, 29 Oktober 2013

Ibu Rumah Tangga di Jepang

Punya beberapa teman yang asli orang Jepang ternyata sangat membuka wawasan ku. Berbagai hal unik di sana bisa dijelaskan secara detail oleh mereka. Ngga malu-malu ungkapin semuanya, termasuk hal yang tabu sekalipun.

Nah, sekarang ayo kita bahas.. :)

Biasanya wanita Jepang menikah setelah berusia 30 tahun ke atas. Yah, mereka lebih siap jika menikah di usia segitu, karena uda merasa puas dengan kehidupan mereka sewaktu masih lajang. Mereka mendedikasikan hidupnya untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. What? IRT????

Tepat sekali! *sambil acungin jempol*
Kebanyakan wanita Jepang memang mau meninggalkan pekerjaannya demi keluarga, walaupun ada sih sebagian yang tetep bekerja, terutama single parent dan menitipkan anaknya di tempat penitipan anak yang biasanya dekat dengan sekolah.

Makanya ngga heran ya kalo bayi yang lahir di Jepang itu sedikit banget. Tiap orang tua kebanyakan hanya memiliki satu orang anak. Belum lagi masalah budaya malu, sehingga mereka cepat sekali memutuskan untuk bunuh diri. :(

Kewajiban wanita yang harus mendidik anaknya dan menjaga kazoku (keluarga) dan ie (rumah atau konsep keluarga tradisional Jepang) juga mengharuskan mereka untuk menjadi ibu rumah tangga aja.


http://www.mindshare.co.jp/information/2011/10/27-mamap2011.html


Selain mengurus rumah, ibu rumah tangga ini juga harus bertanggung jawab dengan semua hal yang menyangkut rumah tangga. Misalnya membayar tagihan, ikut rapat kelas di sekolah anaknya, membantu anak mengerjakan PR, menyiapkan bekal untuk suami dan anak, dll lah. Banyaaaak banget.
 
Jangan harap bisa punya pembantu di Jepang ya, karena selain langka, biayanya juga sangat mahal dan dibayar per jam. Angkanya bisa mencapai 45.000 yen per bulan atau setara dengan 5 juta rupiah per bulan. Wow.. Makanya yang bisa punya pembantu cuma orang kaya aja.
 
Di manga atau kartun Jepang, sering keliatan kan kalo seorang ibu pergi ke mana pun anaknya harus ikut serta?
 
 
Kaya gini :D


Kenyataannya juga begitu. Anak yang masih kecil atau balita akan dibawa ke mana-mana oleh ibunya. Biasanya sih kalo mau urus bayar-membayar atau beli-membeli ya.. Kalo titip ke daycare misalnya, rasanya sayang duit karena hanya ditinggal sejam dua jam aja. Semuanya pada mahal.
 
Yang bikin aku sedih sih, seandainya anak yang dididik oleh ibunya tidak mendapat prestasi yang bagus atau tidak lulus masuk Universitas idaman, sang ibu lah yang disalahkan habis-habisan oleh suami dan keluarga lainnya. Karena mindset orang Jepang itu baik buruknya anak bergantung dari didikan ibunya. Tanggung jawab yang berat banget yaa..
Ngga heran banyak ibu di Jepang yang depresi dan sangat keras mendidik anaknya.
 
Ada hal yang unik di sini.
Para suami yang bekerja, banting tulang demi keluarga, pasti ada yang dipecat dari perusahaannya dan biasanya kan di waktu siang hari. Mungkin kinerjanya yang kurang baik atau attitudenya, wallahu alam.. Suami nih pada takut kalo pulang ke rumah. Karena bisa kena semprot istri. Hihihi... Dan istrinya bakalan ngamuk karena udah la capek urus anak dan rumah, malah ngga kerja pulak suaminya. Owalah.. Hidup ini kejam, Bung!
 
Dan istri juga lah yang memegang kendali penuh masalah keuangan keluarga. Jadiiii, para suami WAJIB nih ngasih seluruh gajinya kepada sang istri. Wuih... Nanti istrinya yang memperhitungkan semua anggaran keluarga. Berasa sekolah lagi deh, dikasih uang saku! :p

Minggu, 27 Oktober 2013

Parasite Single

Pernah denger istilah Parasite Single?

Dalam bahasa Jepangnya disebut パラサイトシングル atau dibaca Parasaito Shinguru, adalah pria atau wanita lajang, berusia 20-37 tahun yang masih tinggal bersama orangtuanya.

Istilah bahasa Indonesianya sih Anak Mami kali ya :D

Jadi si PS-PS ini, keenakan melajang dan meniti karir. Mereka ngga mau terikat dalam pernikahan. Bagi mereka, yang merasa udah susah payah masuk Universitas keren, harus lah bekerja sampai dapat gaji atau jabatan yang oke. Intinya sih ngga mau punya tanggung jawab dulu..

Pacaran sih tetep ya, tau lah kalo di Jepang, pacaran selama 3 bulan tapi ngga ngapa-ngapain, bukan pacaran namanya.. Si cowok berhak mutusin si cewek. Ini aku tau dari native speaker di kampus ku dan beberapa orang temen yang asli orang Jepang.
Tapi ngga semuanya begitu, mungkin sebagian kecil ada yang ngga memberlakukan 'aturan' tersebut. Selalu mikir jangan suka menyamaratakan pihak ya.. :p


Ilustrasi wanita kantoran Jepang

 Ilustrasi pria kantoran Jepang


Trus kenapa mereka mau melekat terus bagaikan parasit ya?
Ternyata ada berbagai hal :


1) Tidak sanggup membayar pajak
Untuk sebuah keluarga, Jepang menerapkan aturan untuk membayar pajak sekian persen. Biaya hidup yang tinggi membuat Parasite Single harus berpikir 2x, apakah siap untuk membentuk sebuah keluarga ataupun tidak.

2) Kewajiban membiayai pendidikan anak setinggi mungkin
Kebanyakan mereka menganggap anak adalah anugerah paling indah dari Tuhan dan merupakan reinkarnasi dari para leluhur *nanti akan aku bahas lain kali*, sehingga anak adalah segalanya. Peran ibu sangat lah penting di sini. Selain mengurus rumah tangga, ibu juga harus selalu memerhatikan anak. Bagaimana mereka di sekolah, prestasinya, teman-temannya, dll. Jika sang anak jahat ataupun bodoh, maka ibu lah yang disalahkan.
Biaya pendidikan itu bukannya sedikit. Jepang menggratiskan sekolah dari SD sampai SMP, tapi untuk Universitas sangat mahal. Makanya ngga heran kalo mahasiswa di Jepang masih aja kerja part-time di toko-toko ataupun restoran.

3) Gaji kurang banyak
Per tahunnya pekerja di Jepang mendapatkan gaji sekitar 200 juta rupiah. Kelihatannya banyak ya, per bulan bisa mengantongi 16 juta rupiah? Tapi di Jepang, biaya hidup itu mahal. Tanah di Jepang benar-benar mahal. Untuk sewa rumah atau apartemen kecil aja biayanya 7-9 juta per bulan. Jika berkeluarga, otomatis mereka memerlukan ruang yang cukup luas untuk anak-anak mereka.

4) Jam kerja yang lama
Orang Jepang memang sangat setia dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Kalo mereka disuruh lembur sama bos, mereka mau aja tuh nurut tanpa banyak omong. Jadinya gitu pulang langsung tidur, ngga sempat urus keluarga lagi.

5) Suka main judi, karaoke dan minum-minum
Abis pulang kerja, asyiknya senang-senang kan? Begitu lah dengan orang Jepang. Mereka suka banget habisin waktu buat have fun. Karaoke sambil mabuk-mabukan bukan lah hal yang aneh di sana. Mungkin kecapekan karena terlalu bersemangat kerja kali ya? Jadi lebih boros dan ngga pandai atur uang.


Itu lah kenapa si Parasit Single hobi banget ngendon di rumah orang tuanya. Males urus ini itu, maunya tinggal enak aja. Bangun tidur uda ada yang beresin, siapin makan dan masih ditanggung pulak. Kasihan banget deh para orang tua yang punya anak tipe begini. Mau diusir ngga tega, mau diem aja kok rasanya aseeeem tenan. :p

Akibatnya yah bayi di Jepang itu jadi langkaaa banget. Malah banyak TK, playground dan SD yang tutup karena uda jarang ada anak kecil di sana. Serem banget ya.. :(

Ternyata negara semaju dan semodern Jepang juga punya masalah besar. Kirain Indonesia aja. Wkwkwk..
Yah semoga Indonesia yang rakyatnya banyak, punya SDM yang berkualitas juga. Biar ngga kalah sama Jepang atau negara lainnya. ^^

Nepotisme itu Biasa?

Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. (Wikipedia) 

Sering kah kita berperilaku demikian?

Aku pribadi sih belom kerja, apalagi punya jabatan. Tapi aku melihat di sekeliling ku, banyak sekali contoh dari nepotisme ini berlangsung dengan damai dan sejahtera. :)

Masih ingat kejadian gubernur salah satu provinsi di Pulau Jawa? Ketika ia menjadi gubernur, langsung menaikkan seluruh keluarganya untuk menjabat dalam suatu bidang, yang masih berhubungan dengan dirinya. Rame-rame jadi pejabat euy!

Atau seperti kejadian saudara jauh ku. Aku tau kemampuannya bagaimana. Bahasa Inggris tidak bisa sedikit pun, sekedar yes no and no smoking aja. Ngga bisa microsoft office, tapi jago main pesbuk!
Memang, wajahnya cantik. :D

Dia berhasil menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan pembiayaan mobil dan alat berat lainnya, TANPA INTERVIEW. Langsung jebol gitu aja.



www.bottomsupcomic.com


Gajinya pun menurut saya uda lumayan, sekitar 3.5 juta untuk anak gadis. Heheh.. Dia berteman baik dengan tetangga kami, yang sudah lebih dulu kerja di situ. Jadi karena si tetangga ini sudah ada 'pamor'nya, maka ketika ia merekomendasikan si saudara ini, langsung disetujui lah oleh big boss.

Aku ingat, gimana dia membanggakan how lucky I am nya. Satu hal yang terlintas di benak ku, bagaimana bisa pesaingnya dikalahkan oleh seseorang seperti diri mu?

Jahat ya rasanya aku bilang gitu. Tapi percaya deh, aku lebih suka sesuatu yang didapatkan dengan jerih payah dan bukan instan, apalagi bantuan orang. Ngga tau kalo yang lain ya, no offense aja lah..

Sayangnya, keberuntungan dia itu ngga disertai oleh attitude yang baik. Tau-tau uda mengajukan resign aja. Padahal belum genap 2 tahun ia bekerja. Si tetangga ini sampai mendapat masalah besar, karena dia yang merekomendasikan dan bertanggung jawab atas masalah yang dibuat si saudara ini. Hampir aja dipecat. :( Alhamdulillah ngga sampai terjadi..

Bukan 1-2 orang saudara ku aja yang dapet pekerjaan karena pemberian dari orang lain. Mungkin hampir 5-6 orang..
Memang aku ngga bisa menghakimi mereka, dengan menasihati atau apa lah. Toh aku selalu dianggap anak kecil :p

Tapi ngga semua endingnya seperti saudara ini.
Banyak juga yang memang punya kualitas bagus, layak mendapatkan pekerjaan tersebut. Bahkan ada yang naik jabatan terus. :)

Rasanya aku penasaran deh, nepotisme itu biasa?

Wajar sepertinya kalo kita pengen ngebantu saudara atau sahabat untuk ikutan dapetin kerjaan oke. Siapa sih yang ngga mau? Mungkin kalo aku uda kerja pun dan ada dalam posisi itu, aku tetep ngerekomendasiin saudara atau sahabat ku.

Cumaaaa...
Emang pantes atau layak ngga sih orang yang kita rekomen itu? Sesuai ngga sama wawasan dan keahlian yang dia punya? Gimana pun, perusahaan kan juga pengen punya pekerja yang lihai, cekatan, pinter dan kreatif tentunya. Masa ada perusahaan maunya dapet pekerja yang males-malesan, jarang masuk kantor dan makan gaji buta? :D

Aku benci nepotisme ini, karena NGGA ADIL. 


Oh ya, waktu aku semester IV atau V gitu, ada ngebahas masalah ini deh di mata kuliah Telaah Pranata Masyarakat Jepang (TPMJ).

Jadiii,
orang Jepang itu ngga mau jalanin nepotisme ini, bahkan ngerekomendasiin sekalipun. Walaupun dia tau, saudara atau temen akrabnya itu ahli atau pinter banget. 
Kenapa?

Karena mereka terlalu takut buat ambil tanggung jawab, sekiranya ada apa-apa gegara ulah si saudara atau temen ini tadi. Mereka lebih suka nguji fresh graduate yang ngelamar di perusahaan mereka.

Daaan..
Walau kita pemilik perusahaan, kita ngga boleh ikut menduduki jabatan di perusahaan kita. Aneh ya? Mereka lebih percaya dengan orang lain. Dan biasanya nih yang dikasih kepercayaan juga jaga amanah banget. Ngga suka berkhianat lah, dan setia banget sama perusahaan.
Kalo anak cucu cicit ikutan menduduki jabatan di perusahaan, otomatis perusahaan ngga akan jalan. Pasti nanti ada yang curiga antara satu dengan yang lain, yang akhirnya rebutan deh. Unik banget konsepnya ya? Berhasil pulak :)

Well, kalo kamu gimana?

Sabtu, 26 Oktober 2013

Seni dari Ampas Rautan Pensil

Makin banyak aja ide kreatif zaman sekarang ya?

Dulu waktu zaman SD, ampas rautan pensil dibuang dengan percuma. Maklum, kayaknya dulu pensil warna itu mahal banget. Jadi adanya ya pensil karbon warna abu-abu lah. Kalo ngegambar itu pake cat air murahan yang isi selusin :p

Sekarang, ampas rautan pensil malah bisa jadi seni.


http://www.postlicious.com/2013/08/142.html


Taunya dari Arya, sepupu ku, yang dikasih tugas ama gurunya buat bikin kayak ginian. Dia uda sibuk banget nyuruh aku bantuin bikin. Padahal dikumpulnya hari Rabu. Coba lah, ini masih hari Sabtu kan? -_- FYI, aku dari kecil selalu bikin tugas kalo besoknya uda mau dikumpul. Wkwkwk..
 
Merautnya itu ngga gampang loh. Ampasnya itu cepet banget putus. Maunya ngeraut pensil yang hasilnya gede, biar irit waktu gitu loh. Tapi susah juga. Jyaah.. Ngeraut pensil aja susyeh bener sik!
 
Hasilnya pun begini :
 
 
Not bad lah yaaa :D


Setelah ngalamin trial error, ganti jenis lem, akhirnya jadi juga.. Semapuuuuuutt mbuangeti. Tapi impas, hasilnya ngga jelek-jelek amat. Hihihi..
Dan ampas rautan pensilnya itu harus berdiri loh, ngga boleh tiduran. Bayangin lah, jari-jemari ini nempelin satu-satu, mesti hati-hati pulak. Belom lagi penyesuaian warna..
 
Abis itu juga mesti dibingkai. Kata Arya sih buat digantung di dinding kelas..
 
Kalo kamu uda pernah coba belum? ^^

Balas Dendam

Punya temen tapi nusuk dari belakang?

Aku sih pernah. Sahabat sendiri malah. Hahah.. *ketawa terpaksa*
Males ceritain masalahnya. Aib banget ih. Tapi sumpah, aku sakit hati luar biasa.
Pengen rasanya gantian nusuk dia dari belakang, pake paku tembok berkarat 5 inchi. Biar berdarah-darah. Biar ngerasain sakit hatinya aku. Sekalian aja biar tetanus. Tapi kok ya aku ngga punya nyali.

Bisa-bisanya aku kepikiran orang tuanya, yang sederhana. Kuliahin dia dengan hutang sana-sini, makan seadanya. Dia juga ngebet banget buat dapetin beasiswa. Jadi kasihan lah aku.. Ah payah bener sik, terlalu suka iba nih..


remaja.suaramerdeka.com


Sayangnya tuh cewek ngga tau diri. Dia yang bikin ulah, kenapa dia pulak yang benci sama aku? Aneh binti ajaib deh.. -_-
 
Pernah ketahuan, dia sengaja kempesin ban Honda aku di kampus.
Damn..
Tega banget sih Looooo? Berkali-kali dia kek gini. Sambil ketawa sinis, berharap aku nangis-nangis dan kesusahan kali yak. Emang aku kesusahan, tapi kan aku ngga bego. Wkwkwkwk.. Tinggal telepon ayank saat itu, dan beres lah sudah.
 
Trus dia juga suka banget jelek-jelekin aku di depan temen yang lain. Yaelah.. Emang aku jelek. Mau dijelekin gimana lagi, semua orang juga pada tau. Lagian kalo suka cerita kejelekan orang, apa ngga terbuka juga tuh kejelekan diri sendiri?
 
Kesal uda di ubun-ubun, aku pun nyusun rencana buat bales semua kelakuannya yang super duper nyebelin itu. Yah.. Ngga tega lagi donk. Abis sholat dan berdoa, rasanya kok plong aja gitu ya?
Ngga ada lagi rasa pengen nyekik dia sampe mati, misalnya.
 
Dan bener..
Allah SWT itu ngga tidur.
Dia tau mana yang benar dan mana yang salah. :)
 
Aku bersyukur bisa bahagia banget saat ini, punya keluarga yang alhamdulillah ngga berpisah lagi, punya si gembul Kuro, punya temen-temen yang baik, kerjaan dan bisnis yang lancar..
 
Padahal dulu aku sirik juga sama dia, merasa kalo hidup ku tuh direbut sama dia. Tapi ngga loh.. Masa-masa barbar kayak gitu uda lenyap. Hihihi..
 
Kata orang, dia sirik banget sama aku.
Apanya yang disirikin sih?
Aku bukan lah makhluk cantik bak boneka porselen, ,malah gembul, tembem kayak bakpao, pendek lagi. Walaupun dia jauh dari kata cantik, tapi seenggaknya kan dia langsing dan tinggi semampai *ehem*
 
Dan aku baru sadar sih..
Kalo mungkin aja, dia sirik dengan kebahagiaan ku.. :p
Sirik karena aku ngga pernah balas dendam *walaupun sempat niat*, ngga pernah nunjukin kebencian di depan dia, tetep senyum dan ramah, bisa legowooooo...
 
Aku tau manusia di dunia ini ngga semuanya baik, dan ngga semuanya jahat. Ketemu orang jahat juga bukan sekali ini.
Tapi rugi lah rasanya kalo kita juga jadi jahat, cuma buat balas dendam yang membara. Sakit sih, pasti. Belajar terima kenyataan dan bersabar juga ngga ada ruginya..
 
Sakit dulu waktu dia ceritain aku yang ngga-ngga sama temen-temen kampus, waktu dia kempesin ban Honda ku, waktu-waktu lainnya.. Tapi imbalannya sekarang? Aku bahagia luar biasa, alhamdulillah.. :D
 
Moga aja dia bisa berubah.
Kasihan sama ibu bapaknya. Punya anak gadis kok perangainya ngga bagus. Inget isi Al-Quran : "Lelaki yang baik untuk wanita yang baik, dan wanita yang baik untuk lelaki yang baik pula."
Insya Allah.. Semoga Allah, yang bisa membolak-balik hati manusia, bisa juga mengubah sifat buruknya menjadi sifat yang baik. Amiiiinn.. :)

Kamis, 24 Oktober 2013

Razia Lalu Lintas

Siapa yang pernah kena razia lalu lintas? :)

Seumur-umur, aku uda 2x kena razia ini. Dari dikasih naik Honda kelas XI sampe sekarang lagi nyusun skripsi. Kalo disemprit sama polisi trus suruh minggir, ya sering lah. Tapi ngga berlaku tuh, soalnya aku ngebut terus. Wkwkwk..


http://hotthreadsid.wordpress.com/2013/04/01/penjelasan-surat-tilang-operasi-lalu-lintas/


Yang pertama, aku kena razia di Jalan Yos Sudarso, sebelum Maju Bersama Glugur. Waktu aku kelas XII tuh, barengan sama Amel, sohib ku di kelas. Kami mau ke mana ya, agak-agak lupa. Si Amel ini ngga mau pake helm, padahal uda aku suruh pake. Naas kali, disuruh berhenti lah sama polisi gendut ini. 


PGK (Polisi Gendut Kumisan), AYC (Aku Yang Cantik)

PGK : "Kenapa kawan mu ngga pake helm?"

AYC : "Iya Pak, sorry kelupaan. Kami mau buru-buru mau les di sekolah."

(bohong, kayaknya waktu itu mau main) 

PGK : "Memangnya di mana kau sekolah?"

AYC : "Di Dharmawangsa, Pak. Deket kan?"

PGK : "Mana Kartu Pelajar mu? Mau ku liat dulu."

(yaela, ni bapak ngga percayaan amat sik!)

AYC : "Ini Pak, cantik betul kan?"

PGK : "Oh ya betul. Uda dame aja lah kita. Bapak minta 20rb ya."

AYC : "Yah, Paaak.. Anak sekolah, Paaaak... 10rb ngapa."

PGK : "Ah ngga lah. 20rb!"

(dengan berat hati aku ngeluarin duit ku satu-satunya, pas 20rb)

PGK : "Jangan nampak, jangan nampak."

(tangannya menadah, terulur ke bawah, ngumpet di belakang Honda ku)

AYC : "Ini, Pak."

PGK : "Iya, makasih ya."


Aku dan Amel pun naik Honda lagi. Hah.. Selesai lah satu urusan. Jadi bokek deh. Duit satu-satunya menghilang. Hiks.. :'(

--------------------------------------------------------------------------------------------



Trus juga, waktu aku pulang dari bimbel di Medica, uda mau ujian UMB tuh kayaknya, kena razia lagi di Jalan Gajah Mada, pas di simpangnya mau ke arah Gramedia. Aku langsung ditarik dan digiring ke pinggir.



PKHM (Polisi Kurus Hitam Manis), AYSL (Aku Yang Sial Lagi)

PKHM : "Selamat Sore, Dek. Bisa tunjukkan SIMnya?"

AYSL : "Saya belom punya SIM, Pak."

PKHM : "Loh kok bisa naik kereta sampe sini?"

AYSL : "Iya Pak, mau pulang ke rumah. Tadi les di Medica Bantam."

PKHM : "Oo.. Ya udah, tanda tangan di sini ya."

(sambil ngasih surat tilang, plus nahan STNK ku. aku tanda tangani aja)

PKHM : "Yakin Dek, tanda tangan?"

AYSL : "Loh tadi Bapak suruh tanda tangan?"

PKHM : "Iya, ngga mau dame?"

AYSL : "Kek mana mau dame Pak, duit aja ngga ada. Pas-pasan buat makan siang. Bla bla bla.."

(Aku curhat aja lah, sambil ngeluarin air mata palsu. Qiqiqiqi :D)

PKHM : "Hah.. Sedih kali kau, Dek? Jadi kek mana Pak, kita lepasin aja?"

(PKHM bertanya pada polisi gembul, dan polisi itu mengangguk)

PKHM : "Ya uda, Bapak lepaskan aja lah kau, Dek. Hati-hati di jalan ya. Rajin kau belajar, biar bisa masuk USU, buat bangga Mamak mu ya."

(sambil ngasih permen dan aqua gelas)

AYSL : "Iya Pak, makasih banyak ya, Pak. Nanti saya mau buat SIM."

PKHM : "Ya, hati-hati ya. Uda jangan nangis. Kepikiran di jalan kau nanti."


Aku mengangguk sambil tersenyum geli juga. Kenapa bisa buat terharu polisi ya? Apa emang jalan hidup ku cukup sengsara, makanya mereka sampe mau ngelepasin aku?

Terbuka mata ku, kalo ngga semua polisi itu tukang minta duit. Pasti ada yang baik. Yah, mereka kan punya keluarga juga. Punya anak dan istri juga.


Yang lucunya, itu tuh waktu Mama anterin aku mau urus pendaftaran SPMPD, ditangkep lagi deh ama polisi. Mana genit lagi, minta nomor hp Mama.
Sampe di rumah, di sms sama polisi itu, sok nanyain aku. Hiiii..... Kampreeettt kaliiii!!
Anehnya Mama uda ngasih nomor asal-asalan, tapi kenapa bisa dapet juga ya? Hah.. Mama emang ngga pernah bisa bohong sih. Lugunya itu ngga tahan.. -_-

Ada pengalaman menarik juga? :)

Rabu, 23 Oktober 2013

Sayang Kuro

Hai..
Baru aja aku pulang beli printer, sekalian beli baju di Matahari. Bangkrut seketika. Hahah.. :D
Langsung niatin mau ngeblog, eh mati lampu. Barusan pulak! Aih... Untung sekarang Om PLN lumayan baik. Mati lampunya cuma 1 jam. Sempat macem hari itu, uda 3 jam, 3 kali sehari. Kek minum obat, coy! -_- Stress aku dibikinnya..

Uda tau kan aku punya kucing lagi? :)
Yak bener, si Kuro. Kuro gembul ku, anak lajang ku, cayang manja ku mesraaaa... *lebay* *please, jangan muntah*

Sejak ada Kuro, aku jadi mesti pegang hp terus. Abis tingkahnya lucu-lucu banget. Kayaknya tiap momen itu kudu deh diabadikan.


Lagi liatin benang yang nyangkut


Mengurus hewan peliharaan, termasuk kucing, serasa punya anak deh. Aku pribadi jadi parnoan banget kalo Kuro uda keluar rumah. Soalnya dia itu aku potong kukunya, karena kalo lagi main kitik-kitikan, kukunya nancep di tangan ku sampe berdarah-darah. Eeeehhh.. Malah kukunya Kuro yang berdarah! :(
Mungkin aku motongnya kependekan. Aku janji ngga bakalan mau lagi potong kuku si Kuro.

Dan di sekitar rumah ku, banyak banget kucing liar. Ada kepala sukunya, kucing item bluwek, yang ngga suka sama penjantan lain. Mungkin karena takut daerah kekuasaannya diganggu kali yah.. Si kucing ini suka banget ngejar-ngejar Kuro. Kuro sampe nangis-nangis, teriak minta tolong gitu. Sampe pernah Kuro ngumpet di semak-semak pandan, kucing item ini gragas banget ngehalau semak-semak pandan itu demi nyari Kuro.
Lalu datang lah aku, pahlawan berdaster, yang langsung gendong Kuro dan ngaciiiirr.. Uda ngos-ngosan aja tuh anak, ketakutan sampe badannya mengigil. :(


Nyantai bener.. :D


Aku uda wanti-wanti Mama biar beli ikan setiap 3 hari sekali. Biasanya ikan dencis yang dibeli. Setiap harinya, Kuro bisa abis 4 ekor. Tanpa nasi ya... Karena aku pernah baca di internet, kucing itu ngga boleh dikasih makan nasi karena bisa kena obesitas. Gendut, tapi ngga sehat..

Dikasih tips juga sama Bude Endang, kakak ipar Mama, yang punya 11 ekor kucing! Makjang.. Pokoknya kalo ke rumah Bude Endang, berseliweran lah kucing-kucing itu. :)
Jadi ikan ini jangan digoreng, karena minyak bisa merontokkan bulu kucing. Trus bisa jamuran deh. Makanya ikan harus dikukus atau direbus tanpa garam.


Unyel-unyel perut Kuroooooo :p


Tapi si Kuro ini paling bandel kalo diajarin pee-pee atau pup di kamar mandi atau di pasir. Belajar garuk-garuk tanah juga ngga mau. Jadinya kalo lagi 'pengen', ya tempat favoritnya di sebelah mesin cuci, pas di sudut dapur.

Habis lah aku membersihkan itu semua. Mana baunya sengak kali. Hiiii.. Untung diri ku kuat mental :p

Akhirnya aku akalin deh. Aku kasih alas koran, trus ditaburin abu gosok. Yihaaa... Berhasil juga deh. Baunya juga jadi ngga terlalu memabukkan. Kekekekekk~
Bisa juga si Kuro garuk-garuk abu gosok buat nutupin 'itu'nya.

Soal main, Kuro paling demen ngejer-ngejer tali sarung bantal. Jadi aku buatin aja lah, potong talinya, ikat simpul. Beres deh. Mama merepet. :p
Sampe terpeleset saking serunya dia lari. Padahal cuma ditangkep trus digigit. Tapi bagi dia asyik banget kali yah?

Alhamdulillah, migrain ku juga jadi jarang kumat.
Beneran aku jadi lebih rileks dan bahagia, karena mengelus kucing atau hewan peliharaan lainnya, memacu peningkatan hormon oksitosin dan serotonin yang menimbulkan efek rasa nyaman. Sehingga stress juga menghilang deh.
Tengkyu Kuro, uda menyelamatkan ku dari rasa sepi dan bosan. :)

Selasa, 22 Oktober 2013

Mimpi dan Impian

What's your dream? :)

Boleh ngasih tau, boleh juga ngga. Ini emang pancingan sih, buat aku cerita. Soalnya mimpi ku ada banyak dan berubah-ubah pulak. :D
Bukan ngga konsisten sih. Tapi seiring waktu berjalan dan usia mulai menua bertambah, ya terjadilah perubahan itu..

Dan aku jabarkan saja lah ya, uda gatel pengen nulis :p


  1. Waktu TK

    Pengen banget yang namanya jadi dokter. Entah dokter apa lah, pokoknya dokter! Uda ngebayangin bisa nyuntik orang sakit. Nancepin tuh suntik ke pantat orang rasanya gimanaaa gituu. Wkwkwkw.. Psikopat bok! Dari kecil uda diwanti-wanti sama Ibu Sri, adeknya Mama, kalo mau jadi dokter harus pinter trus jangan slebor. Bayangin, anak kecil uda dinasihati begituan. Kebawa perasaan tuh Ibu. Mana bahasanya tinggi banget, aku ngga ngerti.

  2. Waktu SD

    Aku terus tersugesti untuk jadi yang terbaik. Aku bukan tipe anak yang rajin belajar. Aku belajar cuma kalo mau ujian doank, tapi konsen dan minimal banget 2 jam belajarnya. Syukur lah bisa juara kelas terus. Karena aku pikir, dengan jadi juara kelas, jalan menuju kedokteran itu bakalan mulus dan tanpa halangan.

  3. Waktu SMP

    Cita-cita ku berubah, pengen jadi seorang ahli filsuf! Hahaha.. Gara-garanya aku ngefans banget ama Dian Sastrowardoyo. Dia kan kuliah di Ilmu Filsafat UI tuh. Nah, aku jadi terobsesi donk pengen kuliah di situ juga. :p
    Ibu Sri histeris saat aku cerita tentang hal ini. Menurutnya, aku bakalan jadi seorang penyair, seniman yang eksentrik, dll lah yang ngga banyak duitnya.
    Lebay bener deh. Aku juga ngga paham filsafat itu apa, sampe aku dapet makul ini di kuliah ku sekarang yah. Akhirnya ngambang aja.

  4. Waktu SMA

    Jujur, di masa ini aku ngga punya cita-cita. Lebih ke profesi sih. Kalo impian ya tetep ada. Satu-satunya hal yang aku pengen adalah kuliah di USU, apapun jurusannya. Bagi ku, USU tuh uda keren banget. Hahah..

  5. Waktu UMB, SPMPD dan SNMPTN

    Di UMB, aku lulus di Kedokteran Hewan di UNSYIAH - Banda Aceh. Asli, senang bukan kepalang. Aku suka hewan. Rasanya interest banget kalo bisa kuliah di sana. Aku uda bayangin pake baju dokter yang putih itu, alamaaak.. Bahagia kali rasanya.

    Tapi... Impian ini harus aku kubur dalam-dalam. Ibu Sri, seperti biasa, dia terlalu sayang sama aku, jadinya over protected gitu deh. Mama yang uda setuju, eh dikomporin jadinya ngga izinin aku buat kuliah kedokteran.
    Sumpah, aku kecewa banget. Labil kali lah. Aku marah, teriak-teriak ngga jelas, bahkan mogok bicara sama Mama dan Ibu Sri sampe sebulan lamanya. Mama nangis terus, sambil jelasin kalo kami ngga punya uang banyak buat kuliah di perantauan. Belom lagi masalah jarak, dan situasi Aceh yang masih belom aman.

    Alhamdulillah..
    Doa Mama juga aku bisa kuliah di USU jurusan Sastra Jepang. D3 dan S1 nya aku lulus, jadi aku lebih milih S1 nya. Padahal biaya pendidikan D3 uda lunas dan tinggal masuk kuliah doank, tapi aku ngerasa sayang kalo ambil D3 sedangkan S1 nya aku juga lulus.

  6. Waktu Kuliah

    Nah, ini baru banyak bener mimpinya. :p
    Awal kuliah, pengen kerja di bank. Keren rasanya kalo kerja di bank, apalagi jadi teller. Ngitung duit demen banget bok! Hahaha... :D Apalagi pake seragam yang kece, pake rok sepan karena selama ini aku tomboy banget. Lagi-lagi ngambang karena cerita temen-temen kalo kerja di bank itu lama pulang. Wkwkwk.. No offense yah. :)

    Selanjutnya, aku mikir pengen kerja di perusahaan Jepang. Entah jadi sekretarisnya atau bagian HRD, atau lainnya. Kan keren banget kalo kesampean. Bisa ikut meeting di luar negeri, syukur-syukur lama jadi bisa sambil cuci mata dikit. Hehehe.. Tapi pupus juga sih, aku tau kalo orang Jepang loyalitasnya tinggi, asalkan kita juga begitu terhadap mereka. No cuti, no telat, no kerjaan belom beres. Semua mesti oke, mesti ON TIME.

    Lalu, berakhir lah dengan impian satu ini, kerja di rumah! Aku akhirnya mulai merintis online shop ku. Memikirkan brandingnya seperti apa, fokus di penjualan apa, targetnya siapa aja, gimana promosinya, dll.. Jatuh bangun aku mendirikan bisnis ini. Walaupun sempat bangkrut, karena laptop rusak. Hahahah..

    Aku cuma pengen, bisa dapet uang banyak dengan memiliki bisnis. Aku tau sih aku pengen berkeluarga juga, pengen punya anak. Tapi membiarkan suami ku kerja sendirian untuk menghidupi keluarga, kok rasanya kasihan ya.. Dan aku juga tetep pengen ngeliat tumbuh kembang anak ku nanti. Aku uda rasain gimana sedihnya ditinggal Mama kerja dulu. NO! Anak ku ngga boleh ngerasain hal yang sama.

Gimana dengan kalian? :)


Banyak orang sukses di bidang yang bukan ia impikan loh. Berawal dari ketidaksengajaan, berakhir dengan pundi-pundi uang yang semakin bertambah. Atau bisa kayak Steve Jobs, yang emang minat pada komputer, mengalami ribuan penolakan tapi akhirnya bisa mendirikan perusahaan Apple.

Ngga masalah orang meremehkan, toh yang dapet duit kan kita, yang ngejalani kan kita. Kalo kita uda sukses kan mereka bakalan diem sendiri.
Kalo masih nyinyir juga, tutup kuping aja, dan lambaikan tas tangan mahal ke mukanya. Hahahah... :D

Minggu, 20 Oktober 2013

Charlie Brown Cafe Hermes Place Polonia Medan

Hai semuanya..
Alhamdulillah bisa ngereview makanan lagi di blog ini. Sekali lagi, aku bukan maksud pamer atau riya yah, tapi jujur aku mau ngebantu kawan-kawan di Medan buat cari tempat makan yang enak dan murah tentunya. Hehehe..

Tau karakter kartun Snoopy kan?
Itu loh, anjing lucu yang berwarna putih, suka nyengir dan bobok di atas atap rumahnya sampe telinganya terjulur ke bawah? Kalau ngga tau, berarti kamu ngga update donk! Wkwkwk.. Itu kan ikonik banget. :p

Nah..
Sewaktu aku jalan-jalan ke Hermes Place Polonia kemaren, aku singgah nih ke Charlie Brown Cafe. Yah abis nonton Insidious 2, hujan badai pulak di luar dan aku kelaperan, jadi aku putuskan aja makan di sini. Baru kali ini nyoba. Mudah-mudahan cocok deh.


Welcome at Charlie Brown Cafe :D


Balooooon


Menu


Ada bus sekolahnya juga loh!


Lampunya bergambar karakter dalam kartun Snoopy


Dapur bersihnya


Twin Burger Mini - Rp 50 ribu


(+) :
  • Dekorasinya apik banget. Yang doyan foto-foto, pasti sampe nginep di sini. Hahaha.. Banyak spot oke buat dijadiin background foto :)
  • Pelayannya ramah dan cepat tanggap
  • Managernya juga ramah dan banyak kasih rekomen ke kita kalo bingung mau pesen apa
  • Full colour! Jadinya kalo bad mood langsung ilang deh. Apalagi karakter Snoopy dan kawan-kawannya banyak terpampang dalam cafe ini
  • Menunya makanan dan minuman ada banyak sekaliiii.. Kamu pasti bingung dan pengen rasain semuanya :D
  • Selada dan wortelnya segar. Bukan yang layu gitu
(-) :
  • Harga burger ini mahal, 50rb dapet 2 biji burger yang kecil. Habis dimakan dalam 5 x hap. -.- Memang ngga salah sih, namanya aja burger mini. Tapi sayangnya ngga ada istimewanya
  • Rasanya pun cenderung biasa. :(
  • Eneg juga karena kejunya tebal, plus mayonaise yang bleber banget
  • Wijen di atas rotinya ngga nempel dengan sempurna, jadi kalo kita makan tuh berserak banget wijennya di atas meja
  • Kentangnya juga sayangnya ngga crispy dan hambar. Sepertinya sih untuk ngebalance si burger yang uda asin. Tapi rasanya jadi aneh. Di dalamnya masih ngga mateng gitu

Ih lucunya meja ini :D

 Itu logo Charlie Brown Cafe


Kacanya penuh gambar nih

 Emang cepet sih pelayanannya


Chocolate Hot - Rp 30 ribu


(+) :
  • Enak banget hot chocolatenya, manis sih tapi ngga bisa tenggorokan sakit
  • Serbuk cokelatnya pahit, tapi enak
  • Gambar snoopy nya juga rapi. Jadi sayang kalo mau diminum. Hehehe..
  • Busanya kalo diseruput tuh juga super enak. Ngeblend gitu sama susunya
  • Isinya banyak, gelasnya gede diisi sampe penuh. Ngga nyesel dingin-dingin minum ini. Bikin perut hangat ^^
  • Harganya sesuai lah dengan kualitasnya
(-) :
  • Sayangnya ngga ada air putih gratis di sini, jadi harus beli air mineral. Merknya Cleo pulak. Aku ngga suka, karena ada rasa nangkanya. -.- 
 
Bener-bener deh, makan di sini tuh puas ngeliatin gambar dan ngga mau pulang. Wkwkwk.. Ada banyak lagi spot keren buat foto-foto, cuma ngga mungkin aku posting semua. Insya Allah, kalo ke sini lagi, aku fotoin lagi..
Rada kecewa sih sama burgernya.
Salah ku berharap terlalu tinggi. Tadinya ku pikir bisa senikmat burger lain, eh ternyata ngga.. So kalo mau makan di sini, mending mikir 2x buat makan burger dan prefer milih yang lain. Untunglah menu yang ditawarkan ada banyak..
Waktu aku ke sini, ngga banyak orang yang dateng. Padahal sudah lama cafe ini berdirinya loh. Mungkin karena aku datang bukan pas weekend dan cuaca juga hujan badai.
Anyway, tengkyu uda mantengin postingan kali ini yah.. List tempat makan yang oke uda di tangan. Tinggal ngumpulin tenaga dan rejeki aja biar bisa bikin review lagi. Maklum, anak kuliahan. Hahahah..
Sampe juga di postingan berikutnya yah! ^^

Jumat, 18 Oktober 2013

Sup Sumsum Tulang Sapi

Sebelumnya aku mau ucapin : Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H..
Semoga qurban kita bisa diterima Allah SWT dan bisa memberikan manfaat bagi orang yang mendapatkannya.
Amiiiinn..

Emang sih agak-agak telat.
Tapi ngga papa lah ya, daripada ngga sama sekali?
Wkwkwkwk.. :D
*minta dikeplak*

Nyumbang berapa ekor sapi tahun ini? :D
Aku sekeluarga sih biasanya patungan sama tetangga lain.
Buat ikutan qurban.
Tahun ini bisa ikut 5 qurban.
Alhamdulillah..
 
Trus, daging qurban yang kita dapetin, dimasak apa nih, guys?
Pastiiii pada bosen lah ya.
Soalnya bakalan makan daging terus selama 3-5 hari ke depan.
Awas kolesterol looo..

Aku request sih sama Mama tersayang, buat mintain beberapa tulang sumsum kecil. Enak banget kan tuh kalo dibikin sop?
Tapi ya namanya aja beramal.
Mesti ngasih yang terbaik donk ah.
Syukurnya dikasih tulang sumsum kecil.
Lumayan lah, bisa nyicip. :p

Emang beda ya, antara bikin sama beli.
Perjuangan bersihin daging ini bener-bener menguras tenaga, saudara-saudara!
Bayangin aja,
aku harus 10 kali bolak-balik siram air, kucluk-kucluk dagingnya, buang airnya, dst dst dst.
Capek? Emang!
Tapi aku yakin perjuangan ini ngga bakalan sia-sia. :)

Dan mulai deh Mama nyiapin bumbunya.
Maaf ngga bisa share ya,
tau kan kalo aku ngga suka bagiin resep keluarga? :p
Supaya empuk, ya mesti dipresto donk.

Ini lah hasilnya :


 
Taraaaaaa :D


Amboiii...
Liat gambar di atas bikin cacing di perut pada demo ya.
Hahahah.. :D
Itu makannya hangat-hangat, menghadap jendela dan hujan pulak!
Alamak, lamak nian..
Ini baru hidup :p

Sementara musuhan dulu deh sama timbangan. 

Senin, 14 Oktober 2013

Kasih Tahu Nggak Ya?

Aku tertarik banget buat bikin postingan dengan judul di atas, setelah baca postingannya Mbak Okke SepatuMerah beberapa hari yang lalu. Sebenarnya niat buat bikin postingan ini uda terpikir terus di kepala, tapi yah lagi banyak kerjaan aja. Jadinya sedikit tertunda deh. Heheh..

Coba jujur deh, ada berapa social media yang kalian punya?
Dan di antara sekian banyak social media itu, apa kalian share semua yang kalian alami?

Kalo aku sih ngga yah.
Ngga semua bakalan aku share.
Pastinya aku pilah-pilah dulu.
Pengalaman memberikan ku pelajaran yang sangat berharga.
Ceki-ceki yah apa-apa aja :)


1. Foto diri
Aku termasuk orang yang ngga suka difoto. Hahah.. Jangankan pose yang unyu-unyu, bibir monyong atau pake tanda 'peace', foto muka tegang kaya di KTP aja susahnya minta ampun. Waktu zaman alay sih suka banget. Sekarang uda ngga.

2. Nama Ayah dan Ibu
Ngga suka aja kalo orang yang ngga dikenal, atau cuma sekedar teman biasa, tau nama orang tua ku.

3. Nomor HP
Kesel ngga sih kalo tiap saat ada orang iseng neleponin mulu? Atau *amitamit* deh orang yang ngga suka sama kita, sebarin nomor hp kita ke situs esek-esek? Ini sempat ngalamin sih. Lagi-lagi di zaman alay, waktu masih zaman pake Friendster. -.-

4. Ide
Gimana kalo ide kita dicuri orang, hanya karena kita buat status di Facebook? Bukan sembarang ide sih, maksud aku sebuah inovasi yang keren banget. Misal, kita dapet ide ngerancang vas dari berbagai batu berharga, kulit kerang, dll. Belum sempat terealisasikan, uda ada orang yang mulai bikin duluan gegara dia liat status kita. Eh dia donk yang dapet profit tinggi, penghargaan, dsb. Cuma bisa nganga doank. Wkwkwkwk :D

5. Resep masakan keluarga
Aku yakin deh tiap keluarga punya menu andalan masing-masing. Yang selalu bikin inget dan kangen kalo makan ini. Yang pengen ngumpul bareng, sambil makan dan ngobrol hangat. Bagi aku, ngga enak rasanya masakan andalan Mama ku menjadi masakan andalan orang lain juga. :p

6. Tulisan atau foto mesra dengan pacar
Berhubung lagi jomblo, mana mungkin aku lakuin hal ini. Wakakakak.. Geblek amat sih? :D
Tapi pernah juga loh, waktu aku masih bareng sama doi, aku bikin status, "Tayang amu celamana, bodooo..."
Apaan, rasa sayangnya uda pudar sekarang ini. Bwahahahh.. Percaya deh, kalo ngomong ginian di status, rasanya geli-geli gimanaaa gitu.
Kalo foto mesra, takut disalahgunakan aja kali yah.

7. Keburukan Orang Tua, Guru atau Dosen
Beliau-beliau memang manusia biasa, yang pastinya sempat khilaf dan salah juga. Tapi gimanapun, rasanya ngga etis kalo ngejelekin. Beliau-beliau orang yang berpengaruh dalam hidup aku. Yang mengajari ku, bukan ilmu sastra atau eksakta aja, tapi juga ilmu dalam hidup. Gimana menyikapi hal ini, gimana sabar dalam menghadapi hal itu. Aku berhutang budi.

8. Gosipin atau komentarin Artis
Ngeluarin energi cuma buat beginian? No way! Ngga ada manfaatnya buat aku. Bikin muka keriput sampe ngeden buat debatin si artis ini, yang aku yakin, pasti fans-fansnya ngebela setengah mati. Siapa sih, kenal aja kagak! :p

9. Jelek-jelekin Pacar atau Mantan
Well.. Setidaknya kita pernah mencintai dia kan? :)
Kalo memang sayang, walaupun mungkin hati kita sakit dengan perpisahan ini, ngga buat kita jadi umbar kejelekan mereka. Dilihat orang pun, kitanya yang salah, terkesan ngga ikhlas berpisah. Dan seandainya masih mau balikan lagi, ngga nyesal apa uda jelekin dia?


Btw, kok akhirnya agak mellow yawn?
Hahahah.. Ngga kok, aku ngga mikirin mantan *ngeles*

Jadi yah begitu lah daftar hal-hal yang sebisa mungkin ngga aku share. Kalo kamu gimana? Boleh juga kok ikutan tags ini. Meluncur ke blog Mbak Okke aja :)

Sabtu, 12 Oktober 2013

Steak 21 Sun Plaza Medan

Untuk cari steak yang enak di Medan, rasanya gampang-gampang susah.
Gampang karena banyak banget resto khusus steak di Medan.
Tapi susah cari resto yang nyediain steak sesuai selera kita.

Nah, baru sebulan dua bulanan nih muncul franchise asal Singapore (kalo ngga salah), namanya Steak 21. Bertempat di Sun Plaza, Lantai 4, dekat arah bioskop atau tempat foodcourt dulu.
Datanglah aku ke situ buat nyobain steak ini.
Kata orang-orang sih enak. Jadi aku mau buktiin donk.


 Menu


Isi Menu


Rainbow Punch - Rp 20 ribu


Prime Tenderloin Black Papper Steak (Large) - Rp 93 ribu



(+) :
  • Sistemnya hot plate gitu. Ketika nuang sausnya ke atas steak, bakalan mendidih. Epic! Harum pulak, sangat menggugah selera :p
  • Steaknya empuk. Aku pilih yang well-done, matangnya oke
  • Bumbunya menyerap dengan sempurna
  • Gurih tapi ada rasa manis juga
  • Saus black peppernya juga lumayan pedas dan menggigit
  • Ukuran steak emang gede yah. Bikin kenyang :D
  • Jagung, buncis dan wortelnya enak banget. Matang tapi ngga kelodongan
  • Minuman rainbow punch itu unik. Rasa manisnya ngga kentara, lebih ke blackcurrant, asem-asem seger gitu ditambah manisnya jeruk mandarin
  • Harga sesuai dengan rasanya
  • Tempatnya bersih dan full AC
  • Suasananya nyaman dan cozy
  • Pelayanannya juga cepat
  • Waitressnya sabar dalam menghadapi pengunjung yang kebingungan memesan, bisa menjabarkan apa-apa aja dalam suatu menu, ngasih makanan yang rekomen dan super ramah :)
(-) :
  • Jujur aku ngga bisa bedain ternderloin yang lokal dengan yang impor. Punya ku yang impor, tapi rasanya sama aja dengan yang lokal :(
  • Kentang gorengnya jauh dari yang aku harapkan. Ngga crispy, ngga sepenuhnya matang dan hambar bar bar
  • Black pepper dalam sausnya juga ngga hancur. Masih utuh. Jadi sedikit mengganggu kalo ngga sengaja gigit black peppernya. Andai uda hancur, pasti saus jadi lebih nyummy
  • Porsi minumannya dikit banget dan kita ngga dikasih minum air putih secara gratis. Jadinya minumnya harus ngirit deh

Secara garis besar, aku suka makan di sini.
Ya kalo lagi banyak duit aja sih. Wkwkwkwk..
Tapi bener loh harga itu berpengaruh pada rasa.
Aku janji deh bakalan review tempat steak lainnya di Medan, yang aku jamin, Steak 21 masih juaranya menurut kantong ku. :D

Mulai banyak nih foto review makanan yang menganggur di hp.
Insya Allah aku posting lagi deh pelan-pelan ya.
Happy Weekend! ^^

Senin, 07 Oktober 2013

Kuro

Lama ngga ngeblog.
Maklum lah tugas semakin menumpuk. Apalagi bisnis ku juga lagi perlu banyak campur tangan dari diri ku. Wkkwkwk.. Gaya bener deh ah.. :p

Cuma mau bilang AKU PUNYA KUCING BARUUUUUU :D

Ngga pake beli-belian loh yah.
Sebenarnya sih aku ngadopsi nih. Ngga ada suratnya sih emang. Jadi waktu Mamak opname di rumah sakit kemaren, aku jenguk beliau. Pas mau masuk ke ruangannya tuh ketemu deh sama kucing hitam yang lucu bin gembul ini. Langsung jatuh hati deh..

Uda ngebet banget mau culik nih kucing. Woro-woroin Mama. Mama pun ngasih juga, soalnya uda 2 tahun ngga punya kucing. Puci, kucing terakhir ku, mati karena tertabrak sepeda motor. Di depan rumah kan jalan raya, jadi mungkin si Puci dikejar-kejar kepala suku kucing di daerah rumah ku. Itu pun taunya dari tetangga. :(

Ngarep banget bisa bawa pulang. Mama nanya sama suster yang jaga malam, katanya boleh kok. Wuah.. Girang banget! :D

Besoknya aku ikut Om Andi ke rumah sakit pake mobil. Biar kalo bawa kucing bisa enak.

Sampe di rumah sakit, Mama dan Ibu Sri bilang ngga nemu kucingnya lagi. Eh dasar jodoh, tuh kucing nongol. Aku tangkep nurut aja tuh.

Pas ke kamar rawat Mamak, ada suster pake baju PNS, seorang bapak dan 2 orang ibu, bilang kalo ngga boleh bawa kucingnya. "Ada yang punya, si Icut itu. Nangis-nangis dia kalo diambil kucingnya," kata mereka. Udah pasrah juga deh. Akhirnya cuma ngelus-ngelus aja.
Tapi Mama bilang, "Suster tadi malem bilang boleh kok, Pak. Nama kucingnya Ody. Tapi harus bawa satu lagi, yang abu-abu. Abang adek orang itu."
"Yang mana susternya? Yang putih?" kata bapak itu.
"Iya, yang putih. Yang jaga malam," kata Mama.
"Oh.. Itu lah si Icut itu, Buk. Kalo katanya boleh, ya berarti boleh. Kirain ngga ngomong ke Icut tadi," kata bapak itu lagi.

Alhamdulillah......
Sujud syukur rasanya dikasih izin sama pemiliknya.
Baik banget deh.. :')

Coba nyari sodaranya si Ody, eh malah ngga ketemu. Emang suka ngumpet sih kata Om Andi. Jadinya rada susah.

Tapi terjadi drama.
Pas mau masuk ke mobil, Ody meronta-ronta ngga mau masuk. Sampe nyakar tangan dan bahu ku. Alamat luka juga nih. Dia ngeong-ngeong terus. Untung ditangkep ama bapak tadi. Kalo sempat kabur, ngga mungkin kan bisa dicari lagi. Kucing tuh kalo lari kecepatannya 60km/jam.

Di jalan malah anteng aja tuh.
Hahahah... Dasar!

Nyampe rumah, langsung aku kasih makan ayam goreng.
Sedap kali nih kucing. Wkwkwk.. Di rumah sakit kan makanan dia oke semua. Kalo mau ambil dan adopsi, harus tanggung jawab donk..

Setelah kenyang, dia keliling-keliling ruangan di rumah.
Aku takut dia keluar trus nyasar ngga bisa pulang.
Atau dibully sama kucing liar di luar.
Jadinya aku kurung di rumah aja deh..

Abis itu dia bobok.



Setelah dipikir-pikir, nama Ody ngga imut buat kucing.
Hahahah..
Akhirnya ku pilih nama KURO.
Kuro(i) dari bahasa Jepang, artinya hitam.
Berhubung nih kucing bulunya dominan warna hitam, ya sudah lah aku kasih nama itu aja. :D

Pas bangun, pintu ruang tamu kan dibuka tuh.
Dia sok melongok-longok, liat-liat depan jalan dari pintu doank.
Abis itu balik lagi ke dalam.
Wkwkwkwk..
Ih.. Cemen nih kayaknya. :p

Jujur, rasanya seneng banget ada kucing di rumah lagi.
Kuro, mulai sekarang kita terus sama-sama ya! :))