Laman

Kamis, 24 Oktober 2013

Razia Lalu Lintas

Siapa yang pernah kena razia lalu lintas? :)

Seumur-umur, aku uda 2x kena razia ini. Dari dikasih naik Honda kelas XI sampe sekarang lagi nyusun skripsi. Kalo disemprit sama polisi trus suruh minggir, ya sering lah. Tapi ngga berlaku tuh, soalnya aku ngebut terus. Wkwkwk..


http://hotthreadsid.wordpress.com/2013/04/01/penjelasan-surat-tilang-operasi-lalu-lintas/


Yang pertama, aku kena razia di Jalan Yos Sudarso, sebelum Maju Bersama Glugur. Waktu aku kelas XII tuh, barengan sama Amel, sohib ku di kelas. Kami mau ke mana ya, agak-agak lupa. Si Amel ini ngga mau pake helm, padahal uda aku suruh pake. Naas kali, disuruh berhenti lah sama polisi gendut ini. 


PGK (Polisi Gendut Kumisan), AYC (Aku Yang Cantik)

PGK : "Kenapa kawan mu ngga pake helm?"

AYC : "Iya Pak, sorry kelupaan. Kami mau buru-buru mau les di sekolah."

(bohong, kayaknya waktu itu mau main) 

PGK : "Memangnya di mana kau sekolah?"

AYC : "Di Dharmawangsa, Pak. Deket kan?"

PGK : "Mana Kartu Pelajar mu? Mau ku liat dulu."

(yaela, ni bapak ngga percayaan amat sik!)

AYC : "Ini Pak, cantik betul kan?"

PGK : "Oh ya betul. Uda dame aja lah kita. Bapak minta 20rb ya."

AYC : "Yah, Paaak.. Anak sekolah, Paaaak... 10rb ngapa."

PGK : "Ah ngga lah. 20rb!"

(dengan berat hati aku ngeluarin duit ku satu-satunya, pas 20rb)

PGK : "Jangan nampak, jangan nampak."

(tangannya menadah, terulur ke bawah, ngumpet di belakang Honda ku)

AYC : "Ini, Pak."

PGK : "Iya, makasih ya."


Aku dan Amel pun naik Honda lagi. Hah.. Selesai lah satu urusan. Jadi bokek deh. Duit satu-satunya menghilang. Hiks.. :'(

--------------------------------------------------------------------------------------------



Trus juga, waktu aku pulang dari bimbel di Medica, uda mau ujian UMB tuh kayaknya, kena razia lagi di Jalan Gajah Mada, pas di simpangnya mau ke arah Gramedia. Aku langsung ditarik dan digiring ke pinggir.



PKHM (Polisi Kurus Hitam Manis), AYSL (Aku Yang Sial Lagi)

PKHM : "Selamat Sore, Dek. Bisa tunjukkan SIMnya?"

AYSL : "Saya belom punya SIM, Pak."

PKHM : "Loh kok bisa naik kereta sampe sini?"

AYSL : "Iya Pak, mau pulang ke rumah. Tadi les di Medica Bantam."

PKHM : "Oo.. Ya udah, tanda tangan di sini ya."

(sambil ngasih surat tilang, plus nahan STNK ku. aku tanda tangani aja)

PKHM : "Yakin Dek, tanda tangan?"

AYSL : "Loh tadi Bapak suruh tanda tangan?"

PKHM : "Iya, ngga mau dame?"

AYSL : "Kek mana mau dame Pak, duit aja ngga ada. Pas-pasan buat makan siang. Bla bla bla.."

(Aku curhat aja lah, sambil ngeluarin air mata palsu. Qiqiqiqi :D)

PKHM : "Hah.. Sedih kali kau, Dek? Jadi kek mana Pak, kita lepasin aja?"

(PKHM bertanya pada polisi gembul, dan polisi itu mengangguk)

PKHM : "Ya uda, Bapak lepaskan aja lah kau, Dek. Hati-hati di jalan ya. Rajin kau belajar, biar bisa masuk USU, buat bangga Mamak mu ya."

(sambil ngasih permen dan aqua gelas)

AYSL : "Iya Pak, makasih banyak ya, Pak. Nanti saya mau buat SIM."

PKHM : "Ya, hati-hati ya. Uda jangan nangis. Kepikiran di jalan kau nanti."


Aku mengangguk sambil tersenyum geli juga. Kenapa bisa buat terharu polisi ya? Apa emang jalan hidup ku cukup sengsara, makanya mereka sampe mau ngelepasin aku?

Terbuka mata ku, kalo ngga semua polisi itu tukang minta duit. Pasti ada yang baik. Yah, mereka kan punya keluarga juga. Punya anak dan istri juga.


Yang lucunya, itu tuh waktu Mama anterin aku mau urus pendaftaran SPMPD, ditangkep lagi deh ama polisi. Mana genit lagi, minta nomor hp Mama.
Sampe di rumah, di sms sama polisi itu, sok nanyain aku. Hiiii..... Kampreeettt kaliiii!!
Anehnya Mama uda ngasih nomor asal-asalan, tapi kenapa bisa dapet juga ya? Hah.. Mama emang ngga pernah bisa bohong sih. Lugunya itu ngga tahan.. -_-

Ada pengalaman menarik juga? :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar